Teknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI) yang dikembangkan oleh Dr. Lukman Gunarto melalui riset pemanfaatan mikroba indigen yang efektif dan berkesinambungan. Teknologi ini merupakan terobosan teknologi ramah lingkungan untuk peningkatan produksi pertanian, perkebunan, perikanan/pertambakan dan peternakan secara efisien dan berkelanjutan.
Teknologi AGPI adalah suatu inokulan campuran yang berbentuk cair, mengandung hormon tumbuh dan berbahan aktif bakteri penambat N2 secara asosiatif, mikroba pelarut P dan penghasil selulase. Dalam proses pembuatannya, hormon tumbuh yang dihasilkan oleh bakteri diproduksi secara berlebihan dan diawetkan dalam bahan tertentu sebelum mikroba-mikroba lain dimasukkan. Teknologi ini asli Indonesia menggunakan Mikroba strain unggulan terbaru yang bekerja lebih efektif dan efisien.
Penggunaan AGPI ini dapat mengefisiensi pemakaian pupuk kimia. Cara pemakaiannya dirancang semudah dan sesederhana mungkin sehingga tidak merepotkan petani, cukup disemprotkan saja menggunakan pengencer air sawah/sungai atau disiramkan pada tajuk tanaman atau disaluran pemasukan.
Penggunaan EXO GROW di lahan pertanian dan perkebunan dapat memperbaiki sifat kimia, fisika, biologi tanah sehingga struktur dan tekstur tanah menjadi serasi dan sehat. Dirancang untuk menetralisir atau mengurai faktor penghambat yang menyebabkan unsur hara tanah terikat, sehingga kesimbangan unsur hara tanah lebih sempurna.
Dalam proses produksi pupuk hayati mulai dari pembibitan, hingga pengemasan EXO GROW tidak menghasilkan limbah apapun.
Penggunaan EXO GROW pada hewan ternak membantu dalam mengefisiensikan metabolisme dalam tubuh hewan sehingga membantu meningkatkan masa otot yang berdampak pada kenaikan bobot hewan ternak.
Pemakaian EXO GROW pada lahan tambak membantu penguraian limbah organik sehingga meningkatkan kualitas air pada perairan tambak, dampaknya bibit tambak tumbuh dengan optimal, hasil panen meningkat dua kali lipat dan bebas polutan (organik).
| Azotobacter sp | 1,55 x 108 CFU/ml |
| Saccharomyces sp. | 1,74 x 109 CFU/ml |
| Bacillus sp | 2,40 x 108 CFU/ml |
| Aspergillus sp. | 1,00 x 106 CFU/ml |
| Lactobacillus sp. | 1,24 x 108 CFU/ml |
| Pseudomonas sp | 3,00 x 107 CFU/ml |
| Azospirillum sp. | 2,00 x 106 CFU/ml |
| Cytophaga sp. | 2,20 x 108 CFU/ml |
| N-fixing Bacteria | 6,80 x 108 CFU/ml |
1. EXO GROW – Pupuk Hayati Berbasis Phosphate Solubilizing Bacteria (PSB)
Exo Grow adalah pupuk hayati dengan formula unggulan Phosphate Solubilizing Bacteria (PSB), kelompok mikroba yang mampu melarutkan fosfat tidak larut di tanah menjadi bentuk tersedia, sehingga dapat diserap optimal oleh tanaman.
2. Exo Grow – Pupuk Hayati berbasis N-Fixing Bacteria
Exo Grow diformulasikan dengan bakteri penambat nitrogen (N-fixing bacteria), yaitu mikroba yang mampu mengikat nitrogen bebas (N₂) dari udara dan mengubahnya menjadi bentuk yang mudah diserap tanaman, seperti amonium (NH₄⁺) dan nitrat (NO₃⁻).
3. EXO GROW – Pupuk Hayati Berbasis Cytophaga SP, bakteri penghasil enzim selulase
Apa itu Cytophaga sp.? Cytophaga sp. adalah bakteri tanah yang berperan penting dalam penguraian bahan organik, terutama selulosa, sekaligus membantu melepaskan unsur hara penting seperti fosfat (P), kalium (K), dan nitrogen (N) agar mudah diserap tanaman.