Riset & Sejarah Pupuk Hayati Cair Exo Grow lahir bukan dari proses singkat, melainkan dari perjalanan panjang riset di bidang pertanian, khususnya mikrobiologi tanah.
Pengembangannya dipelopori oleh melalui lembaga riset Agricultural Growth PromoDr. Lukman Gunartoting Inoculant (AGPI)—sebuah pendekatan teknologi yang berfokus pada pemanfaatan mikroorganisme untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Selama puluhan tahun, berbagai uji coba lapangan telah dilakukan untuk memastikan efektivitas formula pupuk hayati ini. Hasilnya menunjukkan peningkatan nyata, baik dari sisi produktivitas maupun kesehatan ekosistem tanah.
Teruji di Berbagai Komoditas Selama puluhan tahun, berbagai uji coba telah dilakukan di lapangan. Hasilnya konsisten: peningkatan hasil, kualitas, dan kesehatan tanaman.
Hasil uji coba penggunaan pupuk hayati pada tanaman jagung di Tanah Karo, Sumatra Utara, pada tahun 1995 menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari sisi produktivitas
Selengkapnya
Hasil uji coba penggunaan pupuk hayati pada tanaman kakao (cokelat), di Makasar, pada tahun 1995 menunjukkan peningkatan yang signifikan, baik dari sisi pertumbuhan
Selengkapnya
Uji coba pengunaan pupuk hayati pada tanaman karet di Lampung, pada tahun 1995 menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan efisiensi nutrisi, pertumbuhan tanaman, dan produktivitas lateks
Selengkapnya
Panen raya perdana dengan menggunakan pupuk hayati di Karawang tahun 1998. Hasil tani meningkat sekaligus memulihkan unsur hara tanah karena penggunaan pupuk kimia.
Selengkapnya
Dari hasil uji coba pupuk hayati pada tahun 1998 di Sumatera dan Kalimantan, terbukti hasil panen meningkat dan irama petiknya cepat. Dimana setiap 10 hari buah sawit sudah bisa dipanen.
Selengkapnya
Penanaman tebu perdana di pasuruan tahun 1999 menggunakan pupuk hayati bersama Deputi gubernur BI. penggunaan pupuk hayati akan meningkatkan rendemen
Selengkapnya
Uji coba teknologi AGPI dalam pupuk hayati yang dicampurkan di minuman sapi, di Boyolali tahun 2019 berhasil meningkatkan kenaikan bobot sapi rata-rata 2,5 Kg per hari.
Selengkapnya