Kami, PT. Hayati Makmur Nusantara adalah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis, berkomitmen menghadirkan solusi ramah lingkungan bagi pertanian Indonesia.
Kami memproduksi pupuk hayati cair EXO GROW, inovasi yang dapat digunakan untuk seluruh jenis tanaman—membantu meningkatkan kesuburan tanah, menekan serangan penyakit, serta mendukung pertumbuhan yang lebih sehat dan produktif.
Dengan harga kompetitif dan kandungan mikroba unggul, EXO GROW menjadi pilihan tepat bagi petani modern yang ingin hasil optimal tanpa merusak alam.
Di latar belakangi keresahan seorang Dr. Lukman Gunarto terhadap kondisi pertanian Indonesia yang masih fokus pada pengunaan pupuk kimia, tanpa menghiraukan unsur penting pada peningkatan produksi pertanian melalui kesuburan biologi.
Teknik pertanian yang hanya berfokus pada pupuk kimia, dinilai oleh Dr. Lukman Gunarto hanya meningkatkan hasil pertanian jangka pendek. Bahkan unsur terpenting dari tanah yaitu hara rusak. Kondisi ini jika dibiarkan dalam jangka panjang dipastikan tanah tidak akan subur dan rusak.
Fakta tanah yang rusak akibat pengunaan pupuk kimia ditemukan, saat ia meneliti tanaman kedelai di Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) Maros, Sulawesi Selatan. Namun karena latar belakang akdemik Dr. Lukman Gunarto, yang saat itu hanya ilmu tanah tidak menyurutkan langkahnya mempelajari ilmu baru yaitu mikro biologi.
Era orde baru, berangkatlah Dr. Lukman Gunarto ke Los Baños, Laguna, Filipina untuk mengambilspesialis mikro biologi tanah di University of the Philippines at Los Banos (UPLB) juga dikenal sebagai organisasi penelitian dan pelatihan pertanian D internasional.
SelengkapnyaTeknologi Agricultural Growth Promoting Inoculant (AGPI) yang dikembangkan oleh Dr. Lukman Gunarto melalui riset pemanfaatan mikroba indigen yang efektif dan berkesinambungan. Teknologi ini merupakan terobosan teknologi ramah lingkungan untuk peningkatan produksi pertanian, perkebunan, perikanan/pertambakan dan peternakan secara efisien dan berkelanjutan.
Selengkapnya
EXO GROW mengandung inokulan campuran yang berbahan aktif bakteri penambat N2 secara asosiatif, mikroba pelarut P dan selulotik mikro organisme. Beberapa bakteri yang terkandung dalam EXO GROW mempunyai kemampuan mensekresi hormon tumbuh, enzim selulase, Fosfatase, Asam dan Alkali. Hormon tumbuh yang diekskresikan ini diawetkan dalam bahan tertentu sehingga kestabilannya dipertahankan sampai aplikasi di lapangan tidak mudah rusak dalam perubahan cuaca selama pengiriman dan penyimpanan.
1. Meningkatkan ketersediaan N dari hasil fiksasi N2 udara oleh bakteri penambat N2.
2. Meningkatkan ketersediaan P dengan aktivitas bakteri pelarut.
3. Meningkatkan ketersediaan beberapa unsur hara dengan adanya perombakan oleh selulolitik mikroorganisme.
4. Merangsang pertumbuhan akar dari hormon tumbuh yang dikandungnya sehingga jangkauan akar mengambil hara meningkat.
Manfaat penggunaannya memperbaiki sifat kimia, fisika, biologi tanah sehingga struktur dan testur tanah menjadi serasi dan sehat. Dirancang untuk menetralisir atau mengurai faktor penghambat yang menyebabkan unsur hara tanah terikat, sehingga perimbangan unsur hara tanah bersifat makro dan mikro akan tersedia lebih sempurna.
Meningkatkan kinerja enzim dan media mikroba tanah dan tanaman yang menguntungkan, untuk penyuburan tanah dan memacu zat hijau daun lebih produktif dalam meningkatkan proses fotosintesa, sehingga bulir/benih/umbi/buah lebih padat dan berisi.
Mengandung hara mikro terdiri atas ramuan Enzim dan Nutrisi mikroba dari sari tumbuhan yang diaktifkan secara biologi yaitu: mikroba penambat nitrogen, pelarut pospor, perombak bahan organik dan hormon tumbuh yang diperlukan tanaman pada tahap pertumbuhan paling kritis.
Panen raya perdana dengan menggunakan pupuk hayati di Karawang tahun 1998. Hasil tani meningkat sekaligus memulihkan unsur hara tanah karena penggunaan pupuk kimia.
Selengkapnya
Dari hasil uji coba pupuk hayati pada tahun 1998 di Sumatera dan Kalimantan, terbukti hasil panen meningkat dan irama petiknya cepat. Dimana setiap 10 hari buah sawit sudah bisa dipanen.
Selengkapnya
Penanaman tebu perdana di pasuruan tahun 1999 menggunakan pupuk hayati bersama Deputi gubernur BI. penggunaan pupuk hayati akan meningkatkan rendeman tebu.
Selengkapnya
Uji coba teknologi AGPI dalam pupuk hayati yang dicampurkan di minuman sapi, di Boyolali tahun 2019 berhasil meningkatkan kenaikan bobot sapi rata-rata 2,5 Kg per hari.
Selengkapnya