
Panen raya perdana menggunakan pupuk hayati dilaksanakan di Karawang pada tahun 1998.
Hasilnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan, sekaligus membantu memulihkan unsur hara tanah yang sebelumnya mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.
Sebelumnya, pada tahun 1990 di wilayah Subang dan Indramayu, penggunaan pupuk hayati juga telah menunjukkan hasil yang konsisten:
peningkatan hasil panen yang nyata dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini terus berlanjut hingga panen raya berikutnya di Bandung pada tahun 2004, yang turut menjadi momentum penting dalam pengakuan efektivitas pupuk hayati dalam sistem pertanian modern.
Pada kesempatan tersebut, selain terbukti meningkatkan hasil pertanian, penggunaan pupuk hayati juga menghasilkan kualitas gabah yang lebih unggul akibat kesimbangan hara:

Presiden juga berkesempatan mencicipi langsung nasi olahan dari hasil panen tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap peningkatan kualitas hasil pertanian
Hasil uji coba penggunaan pupuk hayati pada tanaman jagung di Tan...
Hasil uji coba penggunaan pupuk hayati pada tanaman kakao (cokela...
Uji coba pengunaan pupuk hayati pada tanaman karet di Lampung, pa...
Panen raya perdana dengan menggunakan pupuk hayati di Karawang ta...
Dari hasil uji coba pupuk hayati pada tahun 1998 di Sumatera dan...
Penanaman tebu perdana di pasuruan tahun 1999 menggunakan pupuk h...
Uji coba teknologi AGPI dalam pupuk hayati yang dicampurkan di mi...