Loading...

Riset

Tebu

Penggunaan pupuk hayati pada tanaman tebu bukan hal baru—dan sudah terbukti sejak lama.

Pada tahun 1999 di Pasuruan, penanaman tebu menggunakan pupuk hayati dilakukan bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia.Hasilnya menunjukkan manfaat nyata:

  • Peningkatan rendemen gula
  • Kualitas hasil tebu yang lebih baik

Keberhasilan ini kemudian diperkuat melalui uji lanjutan di : Trangkil, Pati (KP Margorejo) seluas 0,432 Hayang menunjukkan peningkatan hasil panen hingga 30%.

Tidak berhenti di situ. Pada tahun 2006, dilakukan uji coba penanaman perdana tebu rakyat di lahan kering, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Hasilnya kembali membuktikan dampak signifikan. Penggunaan pupuk hayati terbukti mampu:

  • Meningkatkan produktivitas
  • Menambah bobot batang tebu
  • Meningkatkan rendemen (kadar gula)

Di lahan kering yang umumnya miskin unsur hara, pupuk hayati menjadi faktor kunci.Terlebih saat dikombinasikan dengan pupuk anorganik, pupuk hayati bekerja dengan:

  • Meningkatkan ketersediaan nutrisi
  • Memperbaiki struktur dan kesehatan tanah
  • Mengoptimalkan penyerapan hara oleh akar

Hasil akhirnya jelas:

Tanaman lebih sehat, batang lebih berat, kandungan gula meningkat, dan panen petani pun ikut terdongkrak.

Jagung

Hasil uji coba penggunaan pupuk hayati pada tanaman jagung di Tan...

Kakao (Cokelat)

Hasil uji coba penggunaan pupuk hayati pada tanaman kakao (cokela...

Karet

Uji coba pengunaan pupuk hayati pada tanaman karet di Lampung, pa...

Padi

Panen raya perdana dengan menggunakan pupuk hayati di Karawang ta...

Kelapa Sawit

Dari hasil uji coba pupuk hayati pada tahun 1998 di Sumatera dan...

Tebu

Penanaman tebu perdana di pasuruan tahun 1999 menggunakan pupuk h...

Peternakan

Uji coba teknologi AGPI dalam pupuk hayati yang dicampurkan di mi...