Pengujian dilakukan pada tahun 1998 di Sumatera dan Kalimantan.

Berikut adalah hasil yang terbukti dari penggunaan pupuk hayati tersebut:
Panen Dapat Dilakukan Lebih Sering: Berkat irama petik yang lebih cepat, panen dapat dilakukan lebih efisien, dengan interval sekitar 10 hari, yang meningkatkan frekuensi panen secara keseluruhan.
Hasil uji coba penggunaan pupuk hayati pada tanaman jagung di Tan...
Hasil uji coba penggunaan pupuk hayati pada tanaman kakao (cokela...
Uji coba pengunaan pupuk hayati pada tanaman karet di Lampung, pa...
Panen raya perdana dengan menggunakan pupuk hayati di Karawang ta...
Dari hasil uji coba pupuk hayati pada tahun 1998 di Sumatera dan...
Penanaman tebu perdana di pasuruan tahun 1999 menggunakan pupuk h...
Uji coba teknologi AGPI dalam pupuk hayati yang dicampurkan di mi...